Cara Mengelola Limbah Organik di Rumah dengan Mudah!

Permasalahan sampah menjadi isu lingkungan yang akan terus menarik untuk dibahas. Anda bisa menjadi bagian dari upaya “menyelamatkan bumi” dengan melakukan berbagai hal kecil seperti mengelola limbah organik secara mandiri. Sampah organik ternyata bisa pupuk kompos yang nantinya bisa dipakai kembali untuk menutrisi tanaman. Berikut tips lengkapnya!

1. Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan memisahkan tempat sampah untuk sampah organik dan juga anorganik. Pemilahan ini dilakukan agar nantinya bisa dengan mudah memisahkan sampah organik karena sifatnya yang mudah membusuk.

2. Siapkan Composter

Selesai dengan pemisahan jenis sampah, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan bak composter khusus. Bak ini bisa menggunakan tandon air ataupun Anda juga bisa membuat bak sendiri dari beton di sekitaran rumah. Composter ini nantinya akan menjadi penampungan dari sampah organik untuk mengendap dalam waktu lebih lama.

Ada banyak composter yang bisa Anda temui di pasaran tetapi jika memang kesulitan, bisa juga menggunakan timba cat 20 kg. Syarat utama dari composter ni yaitu harus kedap udara untuk menghentikan patogen lain yang bisa menyebabkan bau busuk pada sampah.

3.  Pisahkan Golongan Sampah Organik

Limbah dari hewan berupa sisa daging ataupun tulang ternyata tidak boleh dimasukkan ke dalam composter secara bersamaan. Limbah hewani ini bisa memancing lalat dan belatung yang nantinya bisa menggagalkan proses pengomposan.

Selain itu, ada juga aturan untuk perbandingan sampah organik basah dan kering yaitu 60:40. Perbandingan ini bukanlah perbandingan baku, tidak apa jika sampah organik basah lebih banyak karena bisa lebih mudah terurai. Sampah organik basah misalnya seperti sisa kulit sayuran sedangkan sampah organik basah misalnya dedaunan kering.

4. Tambahkan Tanah atau EM4

Ada dua hal penting untuk membantu pengomposan yaitu tanah dan EM4. EM4 sendiri berupa sekelompok mikroba yang bisa membantu proses pengomposan menjadi lebih cepat. Anda juga bisa menggantinya dengan tanah yang secara alami sudah mengandung berbagai mikroba untuk pengomposan.

5. Buka dan Aduk Secara Rutin

Membuat kompos ternyata juga masih perlu perawatan berupa pengadukan sampah organik yang ada di dalamnya. Anda perlu melakukan pengadukan selama 3-4 hari sekali supaya proses pengomposan bisa berlangsung secara sempurna.

Proses membuka composter ini juga perlu dilakukan untuk menjaga sirkulasi udara supaya nantinya kompos tidak meledak. Anda juga bisa menambahkan air secukupnya ketika dirasa kompos sudah terlalu kering.

6. Tunggu Hingga Terurai

Mengelola sampah organik memerlukan kesabaran karena pembentukan kompos memerlukan sedikit hingga benar-benar halus. Setidaknya, satu composter ini bisa siap digunakan dalam waktu 2-3 bulan bergantung pada isi limbahnya.

Mulai mengelola limbah organik bisa menjadi langkah kecil untuk membantu mengurangi hasil limbah rumah tangga. Masih ada banyak artikel menarik lainnya tentang home & living yang bermanfaat untuk kehidupan Anda di Orami!

kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas